Saat ini saya sedang menikmati dunia Saham. Dari dulu memang saya sangat ingin mengenal apa itu Saham dan seluk beluknya. Tapi baru belakangan ini memasuki dunia nyata Saham.

Setelah cukup mengerti mengenai Saham (beserta “rumus-rumusnya”), Akhirnya saya mendaftar di salah satu Sekuritas ternama dan saya telah memiliki AKSes KSEI/Next-G (“ID/KTPnya para Pemegang Saham) untuk memantau Stock Market (IDX/BEI) sebagai Investor Lokal. 

Entah kenapa dulu itu saya sempat berpikir kata ‘Saham’ sangat ekslusif atau mewah atau kegiatan yang hanya bisa dilakukan orang-orang kelas atas. Mungkin anda juga berpikiran demikian.

Padahal semua orang dewasa (meliki KTP/NPWP) bisa saja memiliki saham asalkan memiliki modal yang cukup.

Jika dikutip dari Wikipedia Berbahasa Indonesia https://id.m.wikipedia.org/wiki/Saham ,
Saham adalah satuan nilai atau pembukuan dalam berbagai instrumen finansial yang mengacu pada bagian kepemilikan sebuah perusahaan. Dengan menerbitkan saham, memungkinkan perusahaan-perusahaan yang membutuhkan pendanaan jangka panjang untuk ‘menjual’ kepentingan dalam bisnis – saham (efek ekuitas) – dengan imbalan uang tunai. Ini adalah metode utama untuk meningkatkan modal bisnis selain menerbitkan obligasi. Saham dijual melalui pasar primer (primary market) atau pasar sekunder (secondary market).

Dan di jelaskan di halaman https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pasar_saham , Stock Market atau Pasar Saham adalah pasar untuk perdagangan saham perusahaan yang dipegang umum dan instrumen finansial yang berhubungan (termasuk opsi saham, perdagangan dan prakiraan indeks saham).

Jadi sebenarnya pasar saham digambarkan seperti pasar umumnya. Seperti kita ingin belanja keperluan di pasar tradisonal. Kita mau beli barang A yang di jual oleh pedagang. Dengan membeli barang A tersebut otomatis anda juga memiliki sebagian dari perusahaan yang memproduksi barang A tersebut (tergantung jumlabg barang A yang anda beli). jika barang A tersisa sedikit karena banyak permintaan maka barang A tersebut akan naik harganya. Demikian sebaliknya, jika tidak ada permintaan maka harga barang A akan turun.

Jadi secara sederhana digambarkan : Ada barang (Saham). Ada penjual (Supply) dan ada pembeli (Demand).

Simple kan?

Lalu secara sederhana ingin dimengerti : bagaimana barang (Saham) itu bisa menghasilkan laba? Bagaimana cara mengetahui bahwa barang (Saham) tersebut diminati atau tidak diminati banyak orang? Bagaimana cara mengetahui barang (Saham) tersebut bagus atau tidak bagus?

Jawabannya adalah semua ada indikatornya. Semua Saham tersebut bisa kita analisa.

Dipostingan kali ini saya ingin menyampaikan secara sederhana mengenai gambaran Saham yang mungkin orang bertanya-tanya mengenai saham. Dipostingan lainnya saya akan menginformasikan kepada anda mengenai Saham (edukasi).

Semoga artikel ini bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *