WhatsApp Blast Gratis

 

Penjelasan lengkap Guerrilla Marketing beserta contoh

Guerrilla Marketing atau juga disebut dengan Pemasaran Gerilya adalah strategi pemasaran yang menggunakan pendekatan yang tidak konvensional dan kreatif untuk menarik perhatian konsumen. Strategi ini sering kali melibatkan kejutan, humor, atau keterlibatan langsung dengan konsumen.

Guerilla marketing pertama kali dipopulerkan oleh Jay Conrad Levinson dalam bukunya "Guerrilla Marketing" yang diterbitkan pada tahun 1984. Levinson berpendapat bahwa perusahaan kecil dan menengah dapat bersaing dengan perusahaan besar dengan menggunakan strategi pemasaran yang tidak konvensional dan hemat biaya.

Ada beberapa ciri khas yang membedakan guerilla marketing dari strategi pemasaran tradisional, antara lain:

✔️ Tidak konvensional: Guerilla marketing sering kali menggunakan pendekatan yang tidak biasa dan tidak terduga. Hal ini bertujuan untuk menarik perhatian konsumen dan membuat mereka mengingat pesan yang disampaikan.
✔️ Kreatif: Guerilla marketing membutuhkan kreativitas dan inovasi untuk menghasilkan ide-ide yang menarik dan efektif.
✔️ Hemat biaya: Guerilla marketing sering kali dapat dilakukan dengan biaya yang relatif rendah. Hal ini karena strategi ini tidak bergantung pada media tradisional yang mahal.

Guerilla marketing dapat digunakan untuk berbagai tujuan pemasaran, antara lain:

• Meningkatkan brand awareness: Guerilla marketing dapat membantu untuk meningkatkan kesadaran konsumen terhadap suatu merek.
• Meningkatkan penjualan: Guerilla marketing dapat mendorong konsumen untuk membeli produk atau layanan yang ditawarkan.
• Membangun komunitas: Guerilla marketing dapat membantu untuk membangun komunitas dan hubungan yang kuat dengan konsumen.

Berikut adalah beberapa contoh guerilla marketing yang pernah dilakukan oleh berbagai perusahaan:

➡️ Nike: Nike pernah mengadakan kampanye guerilla marketing di London dengan memasang papan iklan yang menunjukkan sepatu Nike yang muncul dari tanah. Kampanye ini berhasil menarik perhatian publik dan membuat Nike menjadi perbincangan hangat.

➡️ Red Bull: Red Bull dikenal dengan kampanye guerilla marketingnya yang berani dan ekstrim. Salah satu kampanyenya yang terkenal adalah "Red Bull Stratos", di mana Felix Baumgartner melakukan lompatan dari stratosfer. Kampanye ini berhasil menarik perhatian dunia dan membuat Red Bull menjadi merek yang ikonik.

➡️ Taco Bell: Taco Bell pernah mengadakan kampanye guerilla marketing di Los Angeles dengan mengubah tiang lampu jalan menjadi tiang taco. Kampanye ini berhasil menarik perhatian publik dan membuat Taco Bell menjadi perbincangan hangat.
Guerilla marketing dapat menjadi strategi pemasaran yang efektif untuk meningkatkan brand awareness dan penjualan. Namun, penting untuk menerapkan strategi ini dengan tepat agar dapat mencapai hasil yang diinginkan.

Dari beberapa brand diatas kita ambil contoh brand yang selalu melakukan Pemasaran Gerilya atau Guerrilla Marketing adalah : Red Bull.

 ๐Ÿ”Ž Target Pemirsa Red Bull:

Bagaimana cara mendominasi pasar? Buat yang tidak ada.
Inilah yang disebut sebagai Strategi Blue Ocean.

๐Ÿ”Ž Target audiens mereka adalah:

✓ dalam usia 16 dan 30 tahun; baik pria maupun wanita (meskipun pada awalnya lebih populer di kalangan pria)
✓ Pendapatan: Tinggi
✓ Pekerjaan: Dari pelajar hingga profesional senior
✓ Kepribadian: Ambisius
✓ Manfaat yang Dicari dari minuman ini: peningkatan kinerja, rasa memiliki (Anda akan mengetahui alasannya setelahnya)

Anda sudah memikirkan target audiensnya, sekarang mari kita lihat bagaimana mereka menjadi besar dengan berfokus pada target audiens ini!

๐Ÿ”Ž Red Bull & Pemasaran Gerilya (Guerrilla Marketing).

Red Bull telah menetapkan target audiensnya adalah kaum muda yang aktif dengan jumlah pendapatan tertentu sehingga alih-alih membuat mereka datang ke merek tersebut, merek malah mendatangi mereka!

Apa yang dilakukan Red Bull adalah pergi ke pesta kampus, perpustakaan, klub malam, konser, dll di mana pun target audiens mereka suka berkumpul.
Kemudian, mereka memberikan sampel minuman Red Bull gratis kepada semua orang.

๐Ÿ”Ž Bagian 2: Dari Mulut ke Mulut.

Langkah pertama dari strategi Guerilla Marketing ini adalah membawa produk Anda sampai ke tangan konsumen.
Langkah kedua datang langsung dari langkah pertama, orang-orang mulai membicarakan produk Anda secara gratis , yang disebut : Word of Mouth.
Merek Anda akan ditampilkan ke hadapan calon pelanggan lainnya melalui pelanggan pertama yang telah Anda yakinkan.

๐Ÿ”Ž Langkah Berikutnya: Definisi Merek.

Kini setelah Red Bull mendapatkan pengakuan aslinya, sekarang saatnya bagi merek tersebut untuk meningkatkan strateginya.

Sejak akhir tahun 90an hingga sekarang, Red Bull mulai mensponsori acara, konser, turnamen, dan bahkan membuat acaranya sendiri!

Anda mungkin bertanya-tanya mengapa RedBull mempromosikan olahraga ekstrem, konser, dan acara “ramai” lainnya seperti lompatan stratosfer dari Felix Baumgartner pada tahun 2012.

Jawabannya sebenarnya didasarkan pada target audiensnya: orang-orang yang ingin menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar. Rasa memiliki semakin terpacu di sini.

Red Bull ingin menjadi merek keren bagi orang-orang yang menjalani kehidupan mereka sepenuhnya.

Lebih dari sekedar rasa dan sampel gratis dari awal, kini target audiens Red Bull mencari minuman tersebut untuk menjadi bagian dari kelompok orang-orang keren yang berpesta, menikmati memecahkan rekor dunia, dll.

Anda akan selalu meyakinkan lebih banyak orang untuk membeli produk Anda jika Anda dapat membuat mereka merasa berbeda.

๐Ÿ’ก Apa yang Harus Dipelajari Disini?

Mari kita buat catatan singkat tentang apa yang perlu dilakukan:

✓ Audiensnya dulu, produknya kedua: kalau diperhatikan, Red Bull jarang sekali mempromosikan produknya secara langsung. Mereka menjual merek mereka dengan tidak memaksa. Fokus utama mereka adalah pada kesenangan
penonton , orang-orang yang sama ini akan terhubung dengan kesenangan mereka sendiri dengan Red Bull.

✓ Berada di tempat audiens target Anda berada: seperti yang kita katakan sebelumnya, tentukan audiens Anda dan pahami di mana mereka ingin berkumpul atau berada. Dengan mensponsori acara seperti festival musik Coachella, merek Anda akan menjadi yang paling dekat dengan audiens target Anda.
Contoh lain dari kedekatan merek dengan audiens targetnya berasal dari strategi Influencer Marketing Daniel Wellington .
Tumbuh selangkah demi selangkah : saat Anda membaca, Red Bull mulai menawarkan sampel minuman gratis mereka dengan anggaran terbatas. Mereka tidak mempromosikan acara besar sejak awal. Sadarilah apa yang Anda bisa dan apa yang tidak bisa. Harapkan hasil terbaik tetapi bersiaplah untuk hasil yang lebih realistis! Butuh waktu bagi merek ini untuk berkembang seperti sekarang.

✓Jangan takut untuk tidak memiliki kekuatan Red Bull karena Roma belum dibangun dalam sehari. Tentukan audiens target yang Anda inginkan dan bagaimana Anda dapat membuat mereka merasa lebih baik tentang diri mereka sendiri atau tentang sesuatu yang mereka sukai. Jika Anda melakukannya, temukan cara efisien untuk membuat mereka tertarik pada merek Anda.

✓ Ingatlah bahwa Red Bull memulai dengan strategi Pemasaran Gerilya ketika mereka memiliki anggaran iklan yang terbatas, namun mereka masih menggunakannya hingga saat ini karena memiliki kinerja yang kuat bagi mereka.

Selain itu, penting untuk dipahami bahwa nilai tambah yang Anda berikan bisa lebih kuat dari produk itu sendiri! Banyak orang tidak dapat membedakan antara minuman Red Bull dan minuman energi lainnya, namun mereka merasa tertarik dengan Red Bull karena gaya hidup dan kegembiraan yang disampaikan oleh merek tersebut.

Jangan lupa untuk membaca mengenai "Consumer Behavior" agar kita mengenal bagaimana konsumen mau membeli produk/jasa yang kita tawarkan : https://www.rantausimatupang.com/2023/12/consumer-behavior.html

Semoga informasi di atas bermanfaat ya.
Lebih baru Lebih lama

Lihat juga:

WhatsApp Blast Gratis